KULINER TRADISIONAL TAJHIN PALAPPA KHAS SITUBONDO

KULINER TRADISIONAL TAJHIN PALAPPA KHAS SITUBONDO
Penampakan Tajhin Palappa dengan topping hongkong


TAJHIN PALAPPA (Bubur Bumbu)

WISATA SITUBONDO || Masyarakat wilayah perkotaan di Kabupaten Situbondo sudah tidak asing lagi dengan kuliner yang satu ini. Menjadi kegemaran dan media sarapan pagi bagi warga situbondo perkotaan, sejak tahun berapa makanan ini menjadi menu favorit. 

Dibeberapa tempat warung juga menyediakan menu "khusus" ini, daerah Kelurahan Mimbaan, desa Olean, Desa Sumberkolak dengan mudah akan ditemui warung-warung itu, biasanya mereka menjual pada pagi harinya sebagai menu sarapan. 
Moh. Imron
 (Komunitas Penulis Muda Situbondo)
Sahabat saya, Moh. Imron salah satu penikmat Tajhin Palappa sekaligus seorang penulis di situbondo menuturkan kepada saya pengertian dari Tajhin Palappa adalah konteks dialeksitas lokal bahasa madura situbondo-an, Tajhin itu adalah bubur dan Palappa itu adalah bumbu, tetapi kontekstual dari yang digambarkan mas Imron kepada saya bukan bumbu-bumbu yang ada di dapur, lebih merujuk pada bumbu kacang atau bentuknya mirip sauce kacang. 

Beberapa bahan baku bumbu yang digunakan adalah selain kacang bisa ditambahkan petis, biasanya yang lebih nikmat adalah petis dari Panarukan yang lebih original citarasanya, bahan lainnya ada garam dan gula secukupnya kemudian diulek secara manual sederhana diatas ulekan atau kata orang situbondo "CEK-KOCEK". Yang membedakan dengan bumbu pecel, saat proses ulekan ini, sedang bumbu pecel sudah di giling atau di blander. Bubur pun berbagai macam varian sesuai dengan permintaan konsumen biasanya ada bubur beras yang sangat legit dengan kadar air yang sangat minim dan bubur agak kental dikit dengan kadar air yang lumayan agak encer dari yang jenis legit.

Setelah bubur disiapkan dalam piring tinggal membubuhkan sayuran, biasanya sayur berupa kangkung rebus, ada taburan toping diatasnya sesuai dengan pilihan dan permintaan customer, potongan tahu goreng, tempe goreng, atau potongan gorengan weci disebut juga HONGKONG kata orang situbondo. 

Siraman bumbu kacang jika ingin agak terasa pedas bisa menjadi sensasi tersendiri bagi lidah masing-masing konsumen, bisa level 1 berupa cabe segar 2-3 biji yang diulek bersamaan dengan proses membuat bumbu kacang tersebut, level 2 berupa 4-5 biji cabe segar, level 3 berupa 6-8 dan seterusnya sesuai dengan permintaan konsumen itu sendiri. 

Menu wajib sarapan Tajhin Palappa menjadi sebuah kebiasaan bagi kalangan masyarakat Situbondo kota dari usia anak-anak hingga dewasa.

Penuturan sahabat saya mas Irwan salah satu pemuda milenial yang tergabung di komunitas SIPONSEL sekaligus KPMS menjelaskan bahwa makan Tajhin Palappa hukumnya wajib dia mengatakan begitu kepada saya sambil berkelakar 😂, kenapa? Karena pada pagi hari makanan yang paling mudah didapat dan harganya sangat murah adalah Tajhin Palappa, harga 4500 sampai 5000 sampai  itu sudah dapat sepiring Tajhin Palappa, bonus kerupuk satu bungkus, bonus air putih. Benar-benar menu anak kos gaaaessss 😁
Mas Welly sahabat saya warga Kelurahan Mimbaan pun lebih menjelaskan secara gamblang bahwa customer bukan hanya sekedar melihat sang pedagang mengulek bumbu dari dekat bahkan jika pembeli ingin mencoba melakukan atraksi mengulek bumbu pun sang pedagang akan mempersilahkan, benar-benar atraksi kuliner yang menarik gaeeessshh 😂. Sepertinya bisa divideokan sambil tik-tokan yaaa 😂 pasti lebih seru hasilnya, bagaimana dengan cowok? Boleh ngulek juga jika ingin mencoba 😂

Menu kuliner ini ada disekitar kawasan perkotaan dan sangat mudah kita jumpai, di pinggir jalan sekitar jalan seroja, gang kecapan irian jaya, jalan pemuda, bahkan saat menginap di Homestay 39 Mimbaan gang SMAM Situbondo milik Mas Welly pun menu sarapan paginya pasti Tajhin Palappa. Sayangnya makanan kuliner tradisional ini tidak bisa bertahan lama masa penjualannya, antara jam 05.00 hingga jam 09.00, makanya kalo kalian ingin incip-incip Tajhin Palappa jangan bangun siang gaeeessshh kudu bangun pagi. Di daerah lain seperti daerah second city asembagus dan besuki agak jarang ditemui karena makanan Tajhin Palappa tidak sepopuler di Situbondo kota. 

Pada tanggal 8 Nopember 2009 pemerintah kabupaten Situbondo mengadakan festival kuliner tradisional Tajhin Palappa, yang diikuti oleh 4060 peserta tukang ngulek bumbu dan stand yang dibagikan gratis kepada pengunjung, dengan tujuan untuk mengenalkan kepada publik bahwa salah satu menu andalan kuliner tradisional di Situbondo adalah Tajhin Palappa bahkan mampu memecahkan rekor nasional yang ditetapkan pada hari itu juga, sebagaimana terdaftar pada halaman situs muri.org

Sooo.... Gaeeeesssssshhhh, saat kalian berkunjung ke Situbondo, coba deh hunting makanan unik ini, rasakan sensasinya dan jangan lupa sebelum berdoa adatnya cekrek-cekrek dulu fotomu bersama Tajhin Palappa, berdoa dan santaaaaapp...oh iya gaesssshhh jangan lupa saran penulis nih, biar lebih seru dan warna-warni, krupuk itu remas-remas sambil merem, dinikmati setiap remasannya agak kasar saja hasil remasannya, dan taburkan diatas sajian Tajhin Palappa tersebut. Dijamin pasti akan banyak yang kepoin setiap postingan di media beranda sosmedmu, gurih nikmat dan...eeehmmm....tidak bisa diceritakan kalo kamu nggak mencicipinya sendiri.

Kami tunggu kedatangan mu di Situbondo, sampai jumpa 🇮🇩
(AG)

BACA INFO KULINER DAN WISATA LAINNYA
Previous Post Next Post