KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS

-

Wisata Situbondo || Perjalanan menuju Desa Kembangsari, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo sangat cocok bagi penikmat petualang sejati terutama bagi penggemar "Sport Tourism" hikking. Benar-benar nya berasa banget deh..

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Pos 1 Pohon khrisna

gaesshh.. ceritanya mimin admin berpetualang ke daerah-daerah yang jarang dijangkau para penikmat wisata, termasuk blusukan-blusukan ke daerah terpencil, dari situbondo pun mimin naik motor bersama sahabat arip genbi, dan meme (bendahara), saya memanggilnya. Dia bagian divisi marketing di Lembaga Pokdarwis Terpadu Soeradikara Situbondo, masih mahasiswa dan nggak lulus-lulus ceritanya 😂 gara-gara sering mbolang dan blusukan. 

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Salam victory dari arip (div.marketing)

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Salah satu penghasil gaplek singkong

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Aktivitas warga di pagi hari

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Penghasil kapuk randu terbanyak

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Rutinitas seperti menjadi pemandangan yang unik dan atraktif

Kami pun berangkat dengan durasi hampir 2 jam untuk sampai ke Desa Kembangsari, arah yang paling mudah melalui jalur Kecamatan Jatibanteng, dari kantor Kecamatan terus lurus kira-kira 500 meter ada pertigaan ke arah kiri atau timur, jika kalian bertanya arah ke Desa Kembangsari masyarakat sekitar akan menunjukkan arahnya. Selama perjalanan kami pun disuguhkan pemandangan alam diatas ketinggian yang sangat indah dan keren, lembah yang eksotis dan berbagai hamparan tanaman hijau berada disisi kiri dan kanan seperti hamparan karpet permadani yang besar. Saat memasuki perkampungan awal, suguhan tembakau rajangan halus tradisional di setiap rumah kami lihat dengan mudah, beberapa orang juga beraktivitas menjemur singkong untuk dijadikan gaplek. Beberapa lokasi hutan sengon, jalan berliku dan tanjakan, pohon kapuk (randu), dan tanaman liar lainnya sangat mudah kami jumpai, tentu saja udara bersih dan segar sebagai bonus pun kami nikmati. Lokasi yang kami tuju adalah balai desa Kembangsari, tentu saja kami bertiga disambut dengan ramah oleh pak tenggi (kades) beserta jajaran pemerintah desanya. Beberapa pemuda nampak di kantor desa saat itu.

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Pemandangannya super keren

Setelah kami berdiskusi panjang akhirnya diputuskan untuk mengunjungi beberapa tempat yang katanya keren. Tak sabar kami pun berangkat dengan kendaraan motor. Sekali lagi nyalimu harus di pake kalo kesini gaesssshhh 😂

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS

Selama perjalanan tidak hanya sekedar nyali berani tetapi butuh skill berkendara adventure, perjalanan selama 45 menit, motor pun di parkir di pinggiran hutan.

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Jangan dikira ini di india loh ya..😂

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Pemandangan di sore hari

Ditemani Pak Kades HELMI beserta ibu Kades dan tim penggerak PKK desa, serta ditemani Ranger lokal Mas ROSSI yang keren, perjalanan hikking pun dimulai, benar kami pun berjalan menelusuri jalan setapak, berbagai jenis pohon besar dan tanaman liar bisa kami lihat dengan jelas, kami pun dijelaskan tentang wilayah batas desa dan kawasan perhutani, sesekali mas rossi harus membuka ruas jalan karena ditutupi tanaman liar, kami pun di tunjukkan pohon BAJAKA yang terkenal itu termasuk akarnya yang menjulang ke atas, pesona hutan yang masih terjaga lestari membuat saya teman-teman bisa menikmati udara sejuk dan oksigen yang benar-benar bersih, ramahnya kicau burung-burung liar juga menemani setiap langkah perjalanan kami. 

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS
Patenggi helmi berbaju merah dan para pemburu beserta hasil tangkapannya

Tiba-tiba ditengah perjalanan kami dihadapkan pada cerita petualangan dan lumayan bikin deg-degan, kenapa? Diatas kepala kami ada jaring atau perangkap burung yang sangat panjang, kira-kira hampir 1 kilometer, can you imagine it guys? Tentu saja beberapa satwa burung pun terjebak diantara panjangnya jaring tersebut, dengan cekatan kades HELMI pun mengambil dan menyelamatkan hewan tak berdaya tersebut, kami pun terus berjalan menelusuri jalan setapak untuk menuju air terjun walianom yang terkenal itu. Ditengah perjalanan kami pun bertemu dengan 2 orang pemikat (penangkap burung) itu, dengan memberikan pengertian dan diskusi pemahaman tentang arti penting pelestarian alam, mereka pun sadar diri dan membuka jaring-jaring itu serta tak lupa kami bersama-sama melepaskan burung yang terperangkap di jaring tadi.

Perjalanan pun dilanjutkan menyusuri tebing dan sebagian jurang, terkadang kami harus istirahat sejenak karena jalur tanjakan yang kami lewati. Sesaat kemudian kami pun tiba di lokasi air terjun walianom, yessss !!!

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS

KEMBANGSARI SEBAGAI SALAH SATU KEMBANG SITUBONDO YANG EKSOTIS

Puas rasanya, lunas sudah lelah perjalanan kami, kami nikmati pemandangan alam yang sangat menakjubkan, keindahan yang tiada tara benar-benar membuat kami fresh. Tak lupa minum air terjun yang masih segar alami tersebut, sembari membuka tas ransel berisi perbekalan, sambil rujakan mangga dan membuat kopi panas, seolah-olah lokasi air terjun ini milik kami pribadi 😂😂

Kebangetan ya gaeeessshh kalo udah bahagia, rasanya nggak ingin pulang, rasanya pingin punya rumah dekat air terjun.

So.. gaeeessshh perjalanan petualangan saya dan arip serta ranger keren pak kades HILMI beserta ibu-ibu PKK yang tangguh membuat cerita petualangan ini semakin seru, kunjungi desa wisata kembangsari dan selamat menikmati petualangan liar mu disini.
See you next adventure...

Desa kembangsari keren banget...👍

Post a Comment

Previous Post Next Post