Vanili Situbondo Sebagai Konsep Ekonomi Berorientasi Pada Perlindungan Alam Bersama PT.BUMI LESTARI CONSERVANA dan Nahdlatul Ulama Situbondo

-

 

foto bersama Ketua PCNU, Direktur PT. BLC dan Kelompok Masyarakat


Wisata Situbondo || Merambah Kabupaten Situbondo begitulah kampanye sebuah lembaga swasta yang berkantor pusat di Propinsi Bali. Kedatangan Made Setiawan ditemani tim ahli Solihin, Ditemui langsung oleh Ketua PCNU Situbondo Muhyidin Khotib di kantornya diadakan sebuah acara forum silaturahmi tentang upaya pelestarian alam melalui pemanfaatan yang efektif dan bernilai tinggi. 


ramah tamah bersama 


Owner PT. BLC menyampaikan beberapa arti penting tentang pelestarian hutan dan pemanfaatan lahan melalui penanaman vanili yang begitu mudah dalam pemeliharaan, murah biayanya dan berbagai aspek yang disampaikan. Jalinan silaturahmi antara PT. BLC dan PCNU Situbondo berlangsung sangat akrab. Vanili bisa hidup bersama tanaman lain, bahkan jika dimanfaatkan dengan maksimal pada lahan kritis bisa ditanami tanaman lain, cabe jamu, termasuk ternak kambing yang pakannya bisa diambilkan dari bahan inang indukan pada vanili yang nempel, bisa juga dipasang lebah yang bisa berproduksi pada lahan-lahan yang rindang, ujar Made pria gondrong yang saat ini bermukim di Inggris.


suasana diskusi dan beberapa pemaparan


Pola kerjasama kemitraan yang nantinya akan menjadi nilai peningkatan mesin ekonomi masyarakat terutama warga Nahdlatul Ulama demikian secuil kata yang di sampaikan Muhyidin. secara gamblang Situbondo memiliki geografis unik, garam di laut asam di gunung lahan situbondo sangat luas, ada banyak hutan yang bisa dimanfaatkan bahkan sisi selatan dengan ketinggian diatas 500 mdpl dengan suhu udara yang sejuk bisa dimanfaatkan apalagi cara tanaman vanili yang sangat mudah tanpa perawatan khusus, kami sangat welcome, ujarnya.



Konsep peningkatan ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat Nahdlatul Ulama akan menjadi sebuah program prioritas yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah setempat. Dalam diskusi kecil ini turut hadir dari beberapa anggota masyarakat yang mewakili wilayah masing-masing, petani hutan dari kayumas, arjasa, pategalan, mlandingan, tepos, banyuglugur dan beberapa desa lainnya. 



Perkebunan tanaman vanili yang terintegrasi dengan berbagai cara akan melahirkan sebuah nilai yang tinggi, termasuk nantinya bagaimana tanaman vanili, pelestarian hutan, perbaikan manajemen dan pariwisata holtikultura yang unik, ujar Ajud Sulaiman Kepala Dinas Pertanian NU julukan beliau di organisasi PCNU Situbondo.


Beberapa tehnik penanaman, pemeliharaan hingga pasca panen secara sederhana juga disampaikan oleh Sajuli, salah satu petani vanili asal pategalan yang sudah pernah mencicipi manis dan wanginya beberapa tahun lalu. Cukup vanili 1 plastik kresek saja sudah bisa dapat uang jutaan, ujarnya.


Turut hadir beberapa ketua MWCNU dari beberapa kecamatan ikut berdiskusi, belajar dan berbagi pengalaman dalam fokus diskusi tentang tanaman vanili ini.


Banyak anggaran pusat yang bisa diunduh untuk pengembangan ekonomi kerakyatan disambungkan dengan sumberdaya alam lahan yang luas ujar Fatah Yasin yang turut hadir dalam acara tersebut.


Kedepan semoga ada jalinan kerjasama yang apik antara lembaga ekonomi swasta PT. BLC dengan ormas Nahdlatul Ulama yang dimulai dari Kabupaten Situbondo dan bisa diikuti oleh seluruh warga NU se Nusantara, ujar Muhyidin dalam pernyataan terakhir dalam diskusi kecil petani milenial situbondo. (AG)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama