PELATIHAN PARIWISATA PROPINSI JAWA TIMUR

-

Wisata Situbondo || Bertempat di Grand Padis hotel Bondowoso, Pemerintah Propinsi Jawa timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan kegiatan penyegaran dalam bentuk seminar pelatihan bertema Peningkatan Potensi dan Kapasitas Masyarakat dan Sumber Daya Lokal di Sekitar Destinasi Pariwisata. Acara ini berlangsung satu hari yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas yang di wakili oleh Kabid Destinasi Wisata, Dra. Susiyati, MM.


Untuk memasuki ruangan dan mengikuti kegiatan acara, pihak hotel pun menerapkan standart operasional pelaksanaan (SOP) protokol kesehatan, mulai sambutan di pintu gerbang pengecekan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan oleh petugas hotel, hingga cuci tangan tentu saja peserta juga diwajibkan menggunakan masker atau face shield serta dengan tetap menjaga jarak pada setiap kursi duduk peserta.


Dra. Susiyati, MM. (kolase wa)

Dalam sambutannya, banyak hal pesan yang disampaikan terutama sentuhan motivasi kepada pelaku dan pengelola destinasi wisata di desa untuk terus bergerak membangun meskipun dalam kondisi pandemik saat ini dan kegiatan ini memiliki harapan besar untuk semakin meningkatkan kemampuan mengidentifikasi potensi yang ada di desa, melakukan tata kelola di destinasi wisata, termasuk dalam kondisi pandemik saat ini para pelaku dan pengelola juga diharapkan mampu memberikan kepercayaan (trust) baik kepada diri sendiri maupun pada dunia luar. 



Dinas Kebudayaan dan Pariwisata propinsi Jawa timur sengaja mengundang pemateri yang kompeten tidak hanya mampu memberikan materi tetapi juga mampu memotivasi agar muncul rasa trust itu. 


sesi foto bersama tetap menjaga jarak


Sesi pertama adalah bapak arif yang berasal dari bondowoso memaparkan kronologis dan konsep pengembangan kawasan geopark (taman alam dunia) Ijen. salah satu upaya percepatan pembangunan pariwisata daerah melalui brand internasional geopark diharapkan mampu melaksanakan nilai-nilai konservasi, nilai edukasi, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan dan tentunya nilai pemanfaatan dalam konteks pariwisata. Pembangunan berbasis kawasan juga akan menghapuskan cara-cara pembangunan pariwisata yang bersifat parsial, karena bagaimanapun juga membangun pariwisata tetap membutuhkan sinergisitas antar lini kewilayahan.


secara bergantian foto bersama


Sesi kedua disampaikan bapak Faidza Rahman, motivator yang sekaligus dosen Universitas Brawijaya Malang yang mengungkapkan bahwa desa wisata itu sexy, bahkan dalam kondisi pandemik seperti saat ini tetap saja sexy untuk dijadikan bahan pembicaraan. seharusnya desa menjadi subyek pelaku dan obyek yang menghasilkan sebagai dampak peningkatan perekonomian masyarakat tanpa merubah sendi-sendi kehidupan masyarakat itu sendiri, ujarnya.


dengan serius peserta menyimak materi


Sembari memberikan contoh kelompok industri masyarakat pembuat genteng tradisional, membajak sawah, budaya tradisional yang mungkin menurut teman-teman di desa itu adalah hal yang biasa, tetapi bagi masyarakat perkotaan itu adalah sebuah pengetahuan dan pengalaman yang unik sehingga hal yang nyata terjadi sebuah pergeseran antara yang di kota menikmati suasana alam desa dan yang orang desa ingin melihat gedung-gedung tinggi termasuk dengan berbelanja pada mall-mall modern.


Sesi ketiga pun diisi oleh bapak Bagus Joko, selain praktisi kehutanan beliau juga pengelola destinasi wisata De Jawatan di Banyuwangi, banyak sesi tanya jawab dan diskusi yang saling memberikan pengalaman-pengalaman permasalah yang dihadapi oleh para pengelola destinasi wisata. berlanjut pada sesi keempat dengan pembicara ibu Beti dari praktisi Gabungan Insan Pariwisata Indonesia.


Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah tokoh pengelola desa wisata yang tergabung dalam Pokdarwis (kelompok sadar wisata) se-tapal kuda Jatim yaitu perwakilan dari Situbondo, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, tour operator dan dari ASITA Jawa timur serta akademisi dari sejumlah universitas.




opening ceremonial

Sementara itu untuk peserta dari Kabupaten Situbondo diikuti oleh, pihak Dinas Pariwisata, Pokdarwis Terpadu Soeradikara Situbondo, perwakilan dari Kampung Blekok, Bumdes Klatakan, Pokdarwis Tampora, Bumdes Wonorejo, Pokdarwis Kayumas, Pokdarwis Olean. (AG)

1 Komentar

  1. The most elementary is just to permit cure to happen at room temperature. Cure may be accelerated, however, by applying warmth, usually with an oven, and pressure, by the use of a vacuum. For the latter, a vacuum bag, with breather assemblies, is positioned over the layup and connected christmas shower curtains to the tool , then a vacuum is pulled previous to initiation of cure. The vacuum bagging process here further consolidates the plies of material and considerably reduces voids as a result of} off-gassing that occurs as the matrix progresses by way of its chemical curing levels. Because of our capacity, intensive infrastructure, and many years of expertise, we can to} full your fabrication project with surprising speed. Continually reinvesting to stay forward of the curve in production & quality.

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama