SENIMAN TRADITIONAL SITUBONDO YANG BERTAHAN DI JAMAN MODERN

Bersama Pak Mahrida seniman sepuh Banyuputih
Bersama Pak Mahrida seniman sepuh Banyuputih

Assalamualaikum sobat Traveller !!!
Kali ini mimin admin, diajak jalan-jalan sama mas Ika Briki, panggilan gaulnya Mas Katok 😂.
Ceritanya gaeeessshh, saya diajak berkunjung ke rumah salah satu sesepuh pelaku kesenian tradisional namanya Pak MAHRIDA, yang berada di Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih dan Alhamdulillah kami pun bertemu beliau padahal nggak janjian loh sebelumnya 😁

Singkat cerita kami pun ngobrol berempat (kebetulan beliau ditemani sahabatnya juga), dimulai dari kisah masa kecilnya yang suka nonton kesenian ketoprak traditional berbahasa madura alias tabbhuwen, kemudian beliau pun lupa bagaimana ceritanya sampai ikut tergabung juga sebagai pemain dalam grup ketoprak tersebut. Setelah beliau cukup lama berkecimpung di dunia seni tradisional tersebut akhirnya sekitar tahun 70an akhir beliau pun mendirikan kelompok tabbhuwen juga, mulai membuat alat-alat musik gamelan sendiri berbahan apa adanya saat itu. Kemampuan pak MAHRIDA adalah karunia Tuhan tersendiri yang sepertinya khusus buat beliau. Percakapan kami diantara sela-sela beliau memainkan alat gamelan tersebut sangat seru dan hore pokoknya, karena Pak MAHRIDA sendiri orangnya cukup terbuka dalam bercerita, meskipun seru dan suasana sederhana beliau orangnya cukup santuuy gaeeessshh, tamu yang berkunjung pasti akan diterima dengan baik.

Sedikit trenyuh juga sih mendengar kisah beliau masa mudanya, termasuk bagaimana beliau kerja keras hanya untuk uang receh dalam mencukupi kebutuhan keluarganya, bahkan terkadang beliau diundang main sekali tampil tiap personil timnya hanya dapat uang 40 ribu rupiah sekali tampil.

Gaeeeesssssshhhh ini bukan tentang uang receh yang beliau ceritakan kepada saya tetapi ada semangat yang tidak padam meskipun usia sudah terbilang sepuh, beliau masih semangat dalam berkarya.

Di bengkel karoseri seni beliau, saya masih melihat beberapa garapan seperti gamelan saron, kenong yang belum selesai karena ada pesanan dari orang. Semangat beliau pantang menyerah untuk melawan arus modernisasi, meski sekarang jaman android beliau masih memegang teguh prinsip tradisionalnya, prinsip hidup apa adanya dan selalu bersyukur.

Oke gaeeessshh sedikit cuplikan video singkat wawancara saya bersama Pak MAHRIDA dibawah ini :  (AG)

Previous Post Next Post