Gedung EKS KARESIDENAN BESUKI

Gedung EKS KARESIDENAN BESUKI, Tampak depan sisi barat
Tampak depan sisi barat

Ruangan tengah sisi timur lantai 2
Ruang timur lantai 2

Ruang Utama lantai 2
Ruang Utama lantai 2

Lantai ubin asli berada di ruang barat lantai 1
Ubin lantai asli 

Sisi Timur, toilet dan kamar mandi
Sisi Timur

Lantai 2 depan
Lantai 2 depan

Sudut bangunan atas bagian belakang
Sudut gedung bagian belakang

Lantai 2 bagian belakang
Lantai kayu berada di ruangan belakang lantai 2

Tampak belakang
Tampak belakang 

Sisi barat
Sisi barat

Bangunan tampak belakang
Bagian belakang

Pilar teras bagian depan

Pintu utama depan

Anak tangga menuju lantai 2

Ruangan tengah bagian timur lantai 2

Ruang Utama lantai 1

View belakang dilihat dari lantai 2

Gerbang samping sisi barat

(dokumentasi TACB Situbondo, 2020)



AKSEBILITAS

Untuk menuju ke gedung megah ini, dari pusat kota Kabupaten Situbondo diperlukan jarak waktu kurang lebih satu jam ke arah barat, atau dari gerbang perbatasan Probolinggo-Situbondo ke arah timur kurang lebih 10 menit dengan kendaraan bermotor dalam kondisi normal.
Ada sarana transportasi bis umum. Lokasi gedung EKS KARESIDENAN BESUKI  tepatnya berada di sebelah selatan jalan, sebelah timur polsek besuki, sebelah selatan sub terminal besuki, sebelah timur sungai dan pertokoan retail alfamart. Gedung ini menghadap ke utara atau menghadap jalan raya, jadi sangat mudah untuk dijangkau.

SEJARAH SINGKAT

Sekitar tahun 1700-an adalah Ki Patih Alos atau Raden Bagus KASIM tokoh yang pertama kali membuka ruang wilayah Karesidenan Besuki.

Saat itu diangkat sebagai pemimpin atau Demang pertama, yang kemudian dilanjutkan oleh Tumenggung JOYO LELONO, ditahun 1798 pemerintah kerajaan Belanda yg saat itu sudah menguasai tanah Hindia Belanda melakukan gadai pulau jawa kepada salah satu warga cina kaya, karena dampak krisis ekonomi yang melanda. 

Kekuasaan Belanda di tanah jawa jatuh pada kerajaan Inggris, RAFFLES sebagai Gubernur Jendral tanah Hindia-Belanda (catatan : J. Hageman) sehingga tak lama berkuasa, pulau jawa dikuasai kembali oleh Belanda.

Adalah Raden NOTOKUSUMO salah satu keturunan Raja Sumenep yang pada saat itu bergelar Raden TUMENGGUNG PRAWIRO DININGRAT I diangkat sebagai RESIDEN BESUKI pertama kali oleh belanda pada tahun 1820. (sumber : BPCB Jatim dan TACB Situbondo, 2020)

Perubahan dan pergantian pucuk pimpinan Residen dilakukan berkali-kali termasuk nama orang Belanda sebagai commisioner resident pun ada JFT. MAYOR yang Anak keturunan nya masih menyimpan dokumen2 penting termasuk berkas tanah dan bangunan serta barang-barang penting lainnya pada saat jaman kolonial Belanda.

Secara administratif hirarki tata pemerintahan, Karesidenan dipimpin oleh seorang Residen, dibawah langsung Gubernur Jendral, diatas Gubernur Jendral ada Ratu/Raja pemimpin Kerajaan. 

Karesidenan membawahi beberapa Kabupaten (afdeeling) diantaranya Probolinggo, Panarukan (situbondo), Bondowoso, Jember, Banyuwangi. Sistem pemerintahan Karesidenan skrg sdh dihapuskan berganti menjadi daerah otonom, sebagai mana diatur dalam Undang-undang Pemerintahan Daerah saat ini. 

Gedung  EKS KARESIDENAN BESUKI  sekarang sudah mengalami perubahan dan restorasi, tetapi tetap tidak mengurangi dari konstruksi bangunan aslinya serta nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Heritage of BESOEKI adalah sisa-sisa peradaban dan kebudayaan masyarakat lampau yg harus kita jaga dan lestarikan agar anak cucu kita tidak hanya melihat dari gambar buku atau visual televisi atau sosmed saja, berwisata sambil belajar sejarah adalah salah satu cara menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan kabupatennya sendiri.

Belajar sejarah kabupaten sendiri akan memunculkan spirit kearifan lokal dalam mengisi pembangunan sebagaimana spirit perjuangan para leluhurnya terdahulu.

Salam Budaya
Salam Pariwisata
#PESONA_SITUBONDO
#HERITAGE_BESUKI 
#wisatasitubondo
Previous Post Next Post