Bulung, Kuliner Tradisional Pesisir Situbondo Yang Terlupakan

-

 Kuliner Tradisional 







Wisata Situbondo, Jangkar || Berbicara tentang Kabupaten Situbondo memang terkesan tak ada habis-habisnya. Dengan potensi alam yang kaya raya, seakan benar-benar dimanjakan dengan berbagai sajian makanan tradisional yang unik.


Potensi alam laut, yang tidak hanya menghasilkan ikan, zona terumbu karang yang panjang terutama di kawasan pantai utara Taman Nasional Baluran Situbondo, ada juga beberapa petani rumput laut yang membudidayakan.


Dengan garis pantai yang sangat panjang, kurang lebih 150 kilometer, air laut dan pantai yang tenang bak danau yang sangat luas, dan kejernihan yang mampu menghidupkan dengan baik perkembang biakan biota laut secara alami. 


Terutama di Desa Agel, Kecamatan Jangkar, terdapat salah satu warga yang masih istiqomah melakukan budidaya rumput laut. Arifin (47) yang berdomisili di dusun Labuhan, sudah melakukan budidaya rumput laut sejak lama. 


Rumput laut kering yang telah berumur lebih 5 tahun, masih utuh dan tidak rusak


Hal ini juga tak lepas dari peran pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat terutama di kawasan pesisir.


Desa Agel, dulunya banyak memiliki kelompok tani rumput laut, kondisi alam dengan cerukan laut menciptakan sebuah tahanan ombak secara alami. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan lahan budidaya rumput laut. 


" Dulu disini (Agel), ada kelompoknya mas, bahkan berbadan hukum, ada juga gudangnya yang dibuat oleh para pengepul untuk dikirim ke gudang perusahaan rumput laut di Malang dan Sidoarjo, " kata Ripin, panggilan akrabnya.


Setelah sekian lama, karena manajemen usaha yang kurang baik, akhirnya usaha rumput laut tersebut mengalami kemunduran dan tinggal Arifin seorang diri yang menekuni usaha rumput laut ini.


Bahkan hingga saat ini, masih terlihat ibu-ibu paruh baya yang mengolah hasil panen rumput laut ini untuk dikonsumsi sendiri sebagai makanan sampingan selain, hasil panennya dijual ke pasar.


Olahan Rumput laut yang telah masak dan siap disajikan


Masyarakat Situbondo menyebutnya Bulung. Makanan tradisional berbahan dasar rumput laut asli, yang kemudiaan diolah secara tradisional. Citarasa yang dihasilkannya pun sangat nikmat, bahkan melebihi citarasa rumput laut olahan pabrik.


Bule kadheng ngghi aghebey dhibik cong, mun bede pessennan dheri luar ngghi eghebeyyehhi kiya, cakna pamintana padhena nape, keng bule pagghun ngangghuy ghule mira mak le ro'om


" Saya kadang ya buat sendiri nak, jika ada pesanan dari masyarakat luar ya saya buatkan juga, tergantung permintaannya seperti apa, hanya saja saya masih menggunakan gula merah supaya aromanya tetap terasa wangi, " ungkap Mak Nana.


Wanita paruh baya tersebut mengungkapkan semua olahan bulung dibuat secara tradisional resep turun temurun dari orang tuanya dulu.


Saat kalian berkunjung ke Situbondo, jangan lupa untuk berburu makanan tradisional ini ya, makanan kuno tetapi soal citarasa boleh diadu dengan jajan kuliner ditempat lain. (AG*)



Support by:














Post a Comment

Lebih baru Lebih lama