BABAD TANAH BESUKI 222

-

Babad Tanah Besuki 222 Situbondo Jawa Timur
Acara pengajian dan haul babad tanah Besuki 222


Menurut cerita rakyat yang berkembang, nama asli Pate Alos adalah Raden Bagus Kasim al Wirodipuro, lahir pada minggu ketiga bulan Rabiul Awal 1162 H/1741 M di Tanjung Jambul Pamekasan Madura. Dia adalah putera Raden Abdurrahman al Wirobroto. Orang yang pertama kali membuka tanah Besuki.


Asal mula tanah Besuki berawal dari hijrahnya Raden Abdurrahman al Wirobroto pada 10 Asyuro 1164 H/1743 M ke Desa Demung, dikarenakan daerah Tanjung Jambul Pamekasan terjadi Nemor Kara (kemarau panjang) yang menyengsarakan rakyat. Waktu itu Raden Wirobroto memutuskan untuk hijrah ke tanah Jawa mencari tanah baru untuk bercocok tanam, akhirnya tiba di Desa Demung yang dikenal dengan nama Nambekor (berasal dari kata Nambeg/berlabuh) dan membuka hutan disana.


Singkat cerita Raden Wirobroto sudah tua dan digantikan oleh putranya Raden Bagus Kasim yang berusia 19 tahun yang lahir di Desa Tanjung Umbul Pamekasan pada tahun 1760 M dan pada 12 Rabiul Awal 1181 H/1760 M diberi gelar Wirodipuro (Wiro : Pahlawan, Dipuro : Daerah) oleh Tumenggung Joyo Lelono. Sewaktu beliau menggantikan ayahnya, Demung semakin ramai dan akhirnya diganti nama menjadi Besuki oleh Tumenggung Banger.


Cerita tersebut kemungkinan berasal dari Babad Besuki. Disitu memang disebutkan bahwa munculnya Kota Besuki semula dimulai dengan pembukaan tanah oleh orang Madura bernama Kyai Wirabrata yang berasal dari Tanjung, Pamekasan. Dikatakan bahwa alasan bermigrasi ke Jawa karena di Madura bahan-bahan makan mahal karena sulitnya mencari air untuk persawahan. 


(sumber pustaka : BPCB Propinsi Jawa Timur, Dirjen Kebudayaan Republik Indonesia, 2016)


Wisata Situbondo || Sosok Kyai Raden Bagus Kasim Wirodipuro dikenal memiliki sifat perilaku yang halus, tutur kata, budi pekerti yang sangat sopan baik kepada rakyat besuki dan sekitarnya bahkan kepada pihak penguasa Hindia Belanda saat itu, bahkan beliau adalah sosok pemimpin yang sederhana. Dibalik sikap yang rendah hati tersebut pihak residen besuki sebagai orang kepercayaan gubernur jenderal hindia belanda pun menaruh rasa hormat kepada beliau.


Julukan Ke Pate Alos, atau Kyai Pateh Alos yang diterjemahkan sebagai sosok pemimpin yang memiliki perilaku halus (sangat baik) yang diberikan oleh masyarakat besuki sebagai bukti cintanya masyarakat besuki kepada beliau, salah satu anggota masyarakat Besuki menyampaikan kepada mimin admin saat berkunjung ke Ndhalem Tengah bahwa dalam bertutur kata pun Raden Bagus Kasim Wirodipuro sangat lembut menggunakan bahasa tingkatan tinggi sebagaimana kebiasaan para ningrat dari keturunan pulau madura bahkan suara saat berbicara pun sangat pelan dengan nada rendah. Sebagai sosok pemimpin yang disegani beliau dikenal jarang berbicara dan lebih banyak mendengar pihak lain saat diajak berdialog langsung. Hingga saat ini pun masyarakat Besuki dan sekitarnya tetap menaruh rasa hormat kepada beliau terbukti pada hari-hari biasa masih sering terlihat para peziarah yang berkunjung ke pasarean di dusun Kauman, Besuki. Termasuk agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh para generasi keturunannya dan masyarakat sekitar.


Babad Tanah Besuki 222 Situbondo Jawa Timur
Ndhalem Tengah Kediaman RB. Kasim Wirodipuro



Bertempat di sekitar Pasarean Agung di Jalan Jokotole, Dusun Kauman, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur, atau tepatnya di sisi selatan masjid jamik, yakni hari selasa malam rabu pada tanggal 1 pebruari 2022, dengan kondisi hujan sejak ba'da magrib diadakan acara agenda tahunan yaitu Pengajian Umum dan Haul Babad Tanah Besuki yang ke 222, dihadiri oleh segenap lapisan masyarakat, para habib, beberapa tokoh perwakilan pemerintah dengan hikmat dan tertib meleksanakan kegiatan tersebut hingga pukul 23.30 WIB. 


Babad Tanah Besuki 222 Situbondo Jawa Timur
para peziarah di pasarean KRB. Kasim Wirodipuro


Babad Tanah Besuki 222 Situbondo Jawa Timur
Makam KRB. Kasim Wirodipuro beserta keluarganya

Sebelumnya pada tanggal 29 Januari 2022, telah diadakan ziarah bersama oleh para ahli waris generasi keturunan RB. Kasim Wirodipuro yang dari Kabupaten Bondowoso diiringi gamelan jawa beserta lapisan masyarakat Besuki sebagai rangkaian acara menuju pra kegiatan haul dan babad tanah besuki ke 222. (AG)





BACA ARTIKEL LAINNYA

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama